Asal-usul Ken Arok, Siapa Sebenarnya Ayah Ken Angrok Terungkap!

Raja Singosari Ken Arok Anak Kandung Raja Kediri
Ilustrasi sosok Ken Angrok dalam sampul buku karya Damar Shashangka.

KEN AROK adalah pendiri Kerajaan Singosari. Ejaan nama sebenarnya adalah Ken Angrok, sejak muda dikenal sebagai pimpinan para pencuri, perampok dan penjahat yang kerap membuat keonaran.

Namun siapa sangka sosok penjahat bisa menjadi raja besar dimulai sejak membunuh Akuwu Tumapel bernama Tunggul Ametung dan menikahi istrinya, Ken Dedes yang dikenal sangat cantik jelita serta konon membawa wahyu keprabon.

Bahkan, sosok yang dikabarkan sebagai "penjahat" itulah yang dipuja-puja sebagai leluhur bagi para raja Majapahit, negeri besar dan adidaya setelah keruntuhan Singosari. Sosok yang namanya termasyur, Sri Rajasa san Amurwabhumi.

Sejarah mengenai jati diri Ken Angrok memang tertutup sejak lahir. Asal-usul siapa ayahnya tidak jelas. Banyak yang mengira, Ken Angrok berasal dari kalangan masyarakat Sudra yang beruntung bisa menjadi raja.

Asal-usul Ken Angrok keturunan raja
Ken Angrok lahir dari rahim wanita desa bernama Ken Ndok atau Ni Endhog. Ia adalah istri pemuda desa bernama Gajahpara.

Tapi Gajah Para harus rela ketika istrinya diminta oleh seorang bangsawan dari negeri Panjalu (Kediri) yang beribu kota di Daha. Negeri ini membawahi Janggala, sebuah negeri bawahan Panjalu yang beribu kota di Kahuripan.

Saat itu, Ken Ndok yang bersama suaminya, Gajah Para sedang berada di sebuah hutan untuk berburu kayu. Keduanya merupakan pengantin baru yang baru saja melaksanakan pawiwahan (pesta pernikahan).

Saat di hutan, kecantikan Ni Endhog memikat ksatria Panjalu yang sedang berburu kijang di hutan. Perempuan desa itu akhirnya diminta "melayani" sang ksatria selama dua bulan.

Dengan kata lain, Ken Ndok harus rela dikawini sang kesatria selama mengembara berburu di hutan, yakni sekitar dua bulan. Selama itu pula, suaminya dilarang untuk menyentuh istri sahnya sendiri.

Waktu itu, seorang kawula yang memiliki kasta sudra tidak akan berani menentang perintah dari golongan ksatria. Karenanya, wajar jika seorang gadis kampung berkasta sudra pun hanya menurut bila diminta menjadi istri ksatria.

Singkat cerita yang dirangkum historyofjava.com dari buku Katuturanira Ken Angrok Sang Brahmaputra (2017), jati diri kesatria yang berburu hewan tersebut adalah Raja Panjalu (Kadiri) bernama Mapanji Kamesywara. Nama kecilnya adalah Rahadyan Kuda Rawisrengga dan dikenal masyarakat luas dengan nama Panji Asmarabangun.

Sri Maharaja Kamesywara meminta Ken Ndok untuk merahasiakan hubungannya. Maharaja juga meminta, seandainya Ni Endhog hamil, jangan sampai dinodai dengan benih Gajah Para, suaminya sendiri. Pesan itu dipegang teguh oleh Ni Endhog.

Gajah Para sebetulnya memendam amarah dengan istrinya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika Gajah Para berniat berhubungan dengan istrinya dan ditolak karena sudah mengandung benih jabang bayi dari Raja Panjalu, Gajah Para berbuat semakin menjadi-jadi.

Dia menyebarkan warta kepada penduduk desa bahwa istrinya itu dihamili olehnya. Ternyata, kehidupan Ni Endhog diawasi oleh telik sandi (intelejen) dari Kerajaan Panjalu (sekarang dikenal dengan Kadiri).

Akibat perbuatannya itu, Gajah Para mendadak tewas mengenaskan tanpa diketahui siapa pelakunya. Gajah Para tidak mengetahui jika ksatria yang "meminjam" istrinya dulu adalah Maharaja Panjalu.

Sang jabang bayi akhirnya lahir. Karena suatu hal, si jabang bayi sempat dibuang di pasetran pabajangan (pemakaman bayi) dan ditemukan oleh seorang maling bernama Ki Lembong. Dari sinilah, pengembaraan bayi bernama Ken Angrok dimulai.

Ia dibesarkan dalam keluarga maling. Selanjutnya saat menginjak usia dewasa, ia mengembara hingga terlibat konflik dengan seorang Akuwu dari Tumapel bernama Tunggul Ametung.

Sang Akuwu punya istri cantik bernama Ken Dedes. Sebelum mengenal Ken Dedes, Ken Angrok sebetulnya sudah menikah dengan gadis bernama Umang.

Saat Ken Angrok membawa Umang kepada ibunya, Ken Ndok itulah, jati diri Ken Angrok terungkap. Sebelumnya, Ken Angrok sudah diberi tahu oleh seorang brahmana bernama Janggan Wilutama yang mengurusi Pashraman Sagenggeng.

Pashraman seperti pesantren dalam Islam, tetapi tempat pengajaran agama Syiwaphaksa (ajaran Syiwa, sekarang dikenal Hindu). Janggan Wilutama mengatakan jika Ken Angrok bukanlah orang biasa, pasti memiliki darah ksatria.

Karena itu, Ken Angrok diminta jujur. Tapi Ken Angrok masih tidak tahu siapa ayahnya yang sebenarnya, sehingga menanyakan kepada ibunya saat pulang ke kampung halaman.

Namun, ibunya meminta agar Ken Angrok tetap merahasiakan jati dirinya. Itulah pesan yang disampaikan ramanya dulu.

Ayah Ken Angrok
Sang ibunda, Ken Ndok lantas bercerita mengenai sejarah dan riwayat Ken Arok. Ayah sesungguhnya Ken Angrok adalah Maharaja Sri Kamesywara, penguasa Panjalu.

Leluhur Mapanji Kamesywara adalah Prabu Jayabaya, Raja Panjalu (Kadiri) yang berhasil menyatukan Janggala ke dalam kekuasaannya. Nama kecilnya Raden Kudarawisrengga atau Panji Hino Kerthapati.

Karena kisah cinta segitiganya dengan Dyah Ayu Sasi Kirana (Candra Kirana) dan Rara Anggraeni, ia dikenal masyarakat luas dengan Panji Asmarabangun. Cerita cinta ayahnya Ken Angrok begitu melegenda sehingga digemari masyarakat dalam pentas-pentas kesenian rakyat.

Namun, kisah cinta sang ayah dengan ibunya yang hanya perempuan desa dari golongan sudra, tertutup rapat dan dirahasiakan. Tapi siapa sangka jika anaknya kelak menjadi raja besar Tanah Jawa.

Sang ayah sendiri tewas di tangan seorang Akuwu (kepala daerah) bernama Tunggul Ametung dalam perang saudara. Sri Kamesywara seharusnya berkedudukan di Daha, ibu kota Panjalu.

Tapi ia lebih suka tinggal di Janggala, negara bawahan Panjalu. Lantaran konflik internal yang berkepanjangan, Sang Maharaja Panjalu yang tinggal di Kedaton Jenggala justru diserang oleh pasukan Panjalu yang dipimpin saudaranya sendiri.

Saat Tunggul Ametung bermasalah dengan brahmana, Ken Angrok tampil berada di pihak brahmana. Sebuah kebetulan, Tunggul Ametung ternyata orang yang membunuh ayah kandung Ken Angrok sehingga semangat perlawanannya semakin berkobar.

Akhir cerita, Ken Angrok berhasil membunuh Tunggul Ametung, menikahi Ken Dedes dan mengangkat dirinya sebagai Akuwu Tumapel. Wilayah Tumapel atas dukungan dari para brahmana, mendeklarasikan diri sebagai wilayah yang merdeka diberi nama Singosari. (*)

Belum ada Komentar untuk "Asal-usul Ken Arok, Siapa Sebenarnya Ayah Ken Angrok Terungkap!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel