Ketika Abdi Dalem Sebut Sultan Hadiwijaya Ayah Panembahan Senopati

sultan hadiwijaya ayah kandung panembahan senopati sutawijaya
Ilustrasi Raden Sutawijaya dan Joko Tingkir.

DUNIA sejarah dibuat heboh dengan pengakuan warganet setelah ziarah di makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Jogjakarta. Hal itu terkait dengan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya yang disebut-sebut sebagai ayah kandung Panembahan Senopati (Raden Danang Sutawijaya).

Jika memang benar Raden Danang Sutowijoyo adalah putra kandung Sultan Hadiwijaya Raja Pajang, lantas bagaimana tentang sejarah umum yang selama ini kita ketahui bahwa Panembahan Senopati putra Ki Ageng Pamanahan atau Ki Gedhe Mataram?

Dikutip redaksi historyofjava.com dari media sosial Facebook, salah satu netizen dengan akun Wisnu Tedjo Prabowo mengunggah curhatannya di grup Bedah Sejarah Pati. Begini kira-kira tulisannya yang didasarkan pada pernyataan abdi dalem dari Keraton Jogjakarta yang bertugas sebagai salah satu juru kunci makam raja-raja Mataram di Imogiri.

"Setelah tadi habis ziarah di makam raja-raja Imogiri, njagong (ngobrol) dengan para abdi dalem. Mereka mengatakan kalau Sutowijoyo atau Panembahan Senopati sebenarnya adalah putra kandung Sultan Hadiwijaya, bukan putra Pemanahan."

"Sedangkan Pemanahan sebenarnya adalah guru spiritual dan guru agama yang diakui sebagai ayah angkat Sutowijoyo dan ini katanya tercandum dalam buku Babad Mataram. Sayang waktu mau beli ternyata belum tersedia. Jadi kalau begitu sejarah yang beredar itu yang benar bagaimana?"

Komentar ekstrem muncul dari akun Kusuma Admaja. Menurut dia, Ki Pamanahan yang bernama asli Bagus Kacung memiliki istri Nyai Sabinah binti Pamantingan yang bekerja sebagai tukang kayu.

Semasa muda, Nimas Sabinah sering bertemu Joko Tingkir sewaktu sering ke Jepara. Keduanya saling jatuh cinta, tetapi tidak sampai ke pernikahan. Yang ada, Nyai Sabinah justru diperistri Ki Pamanahan.

Selanjutnya, Nyai Sabinah dititipkan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya karena Ki Pamanahan hendak pergi merantau. Ki Pamanahan meminta agar Nyai Sabinah diperkenankan membantu di dalam (keraton).

Ternyata Nyai Sabinah hamil, kemudian Ki Pemanahan menuntut. Selanjutnya ia diberi wilayah di Hutan Mentaok dengan kepala desanya adalah Ki Pamanahan.

Saat bayi bernama "Sutowijoyo" yang dikandung Nyai Sabinah lahir dari benih Sultan Hadiwijaya, Ki Pamanahan juga menuntut bagian anaknya itu. Selanjutnya ditambahi wilayah yang juga hutan dan Sultan Hadiwijoyo mengatakan, "Wilayah itu boleh menjadi kadipaten kalau Sutawijaya sudah berusia tujuh tahun atau baligh."

Namun, akun Kusuma Admaja tidak bisa menyebutkan dari mana sumber yang ia tuturkan tersebut. Ia menyatakan, babad sebetulnya sudah dijelaskan dengan bahasa metafora tapi penafsir sejarah tidak pernah menduga arti sesungguhnya seperti itu.

Akun Mamak Sewulan memberikan tambahan komentar, bahwa Suto artinya anak laki-laki sedangkan Wijaya mengarah pada kata Hadiwijaya. Dari sini, terkesan logis memang jika Sutawijaya adalah putra Sultan Hadiwijaya.

Nyai Sabinah
Jika didasarkan pada catatan sejarah pada umumnya, Nyai Sabinah adalah putri Ki Ageng Saba dengan Nyi Ageng Saba. Ki Ageng Saba adalah putra Ki Ageng Pandanaran dan Nyai Made Pandan, sedangkan Ki Pandanaran putra Ki Ageng Wonosobo putra sulung Raden Bondan Kejawan putra Raja Majapahit Prabu Brawijaya V dari istri selir Bondrit Cemara.

Sementara Nyai Ageng Saba adalah putri Ki Ageng Selo dengan Nyi Bicak. Ki Ageng Selo putra Ki Ageng Getas Pendowo putri Raden Bondan Kejawan. Adapun Nyi Bicak putri Sunan Ngerang dan Nyai Ageng Ngerang, putri Raden Bondan Kejawan.

Silsilah Nyai Sabinah agaknya banyak yang bermuara ke Raden Bondan Kejawan, putra Raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Karena itu, pendapat mengenai Nyai Sabinah sebagai putra Pamantingan sang tukang belah kayu sangat lemah dan tidak mendasarkan pada catatan sejarah.

Nyai Sabinah agaknya menjadi "kunci" karena versi manapun, ia adalah ibunda dari Panembahan Senopati. Dan jika benar Nyai Sabinah mengandung benih Joko Tingkir Sang Raja Pajang, sedangkan Nyai Sabinah merupakan istri sah Ki Ageng Pemanahan, maka ini akan menjadi aib bagi lingkungan keraton dan keturunannya.

Hanya saja, dugaan ini masih sebatas pada wacana dalam kajian sejarah di warung kopi. Saat ini belum ada satu naskah, catatan, serat atau babad sekalipun yang menyatakan Panembahan Senopati pendiri Kerajaan Mataram itu adalah putra kandung Sultan Hadiwijaya Raja Pajang.

Sejarah umum, baik Babad Tanah Jawi maupun Serat Kandha menyebut jika Raden Sutawijaya adalah anak angkat Sultan Hadiwijaya. Sedangkan ayah kandungnya adalah Ki Ageng Pamanahan atau Ki Gedhe Mataram.

Kalau abdi dalem dari keraton Yogyakarta yang bertugas sebagai juru kunci di makam raja-raja Mataram di Imogiri berani menyodorkan isu Panembahan Senopati anak kandung Joko Tingkir dan ada catatannya di Babad Mataram, berarti naskah itu hanya untuk kalangan keraton bukan untuk umum. Bagaimana menurut Anda? (*)

Belum ada Komentar untuk "Ketika Abdi Dalem Sebut Sultan Hadiwijaya Ayah Panembahan Senopati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel