Sejarah Syekh Muhammad Nurul Yaqin, Anggota Walisongo Bergelar Susuhunan Muryapada

Sunan Ngerang Ki Ageng Ngerang Muhammad Nurul Yaqin
Ilustrasi Sunan Ngerang di antara anggota Walisongo lainnya.

SYEKH Muhammad Nurul Yaqin dikenal pula dengan nama Ki Ageng Ngerang atau Sunan Ngerang. Sejarah mengenai sosok anggota walisongo ini sangat minim, termasuk silsilahnya.

Dalam Sabda Palon: Sandyakala Wilwatikta (2019), Syekh Muhammad Nurul Yaqin pernah menghadiri pertemuan dengan para ulama yang tergabung dalam majelis dakwah Walisongo. Dalam pertemuan tersebut, Ki Ageng Ngerang dikenal sebagai Susuhunan Muryapada.

Artinya, ia mengemban sebagai ulama yang bertugas dakwah di wilayah Pegunungan Muria. Istilah Susuhunan saat ini dikenal dengan singkatnya saja, yakni Sunan.

Susuhunan bermakna seseorang yang dijunjung tinggi derajatnya karena keilmuan maupun ketokohannya. Dengan demikian, Syekh Mohammad Nurul Yaqin atau Ki Ageng Ngerang adalah anggota Walisongo yang menjadi Sunan Muria pertama, karena tugasnya berdakwah di kawasan Muryapada.

Perlu diketahui, Walisongo sebetulnya makna aslinya adalah Walishanga, sebuah organisasi, lembaga atau majelis dakwah yang bertugas menyebarkan agama Islam di titik-titik tertentu pada zaman Majapahit. Kelak, majelis ini menjadi penyokong utama berdirinya Kerajaan Demak Bintoro.

Karena itu, siapa saja anggota Walisongo yang bertugas di wilayah Muria, ia dikenal Sunan Muria. Sebab itu bukan nama seseorang, melainkan semacam jabatan.

Dalam catatan sejarah seperti Suluk Walisono, Pakem Rolas dan Suluk Wujil karya Sunan Bonang menjelaskan, ada beberapa nama yang menjabat sebagai Sunan Muria, antara lain Sunan Ngudung, Sunan Bun Ang (Bonang) sendiri, Sunan Drajat, Amir Haji dan terakhir dijabat Umar Said putra Kanjeng Sunan Kalijaga.

Namun munculnya nama Syekh Muhammad Nurul Yaqin sebagai Susuhunan Muryapada dilansir historyofjava.com dari buku Sabda Palon: Sandyakala Wilwatikta (2019), memberikan satu referensi baru bahwa "sunan muria" juga pernah dijabat ulama yang kemudian dikenal dengan nama Ki Ageng Ngerang atau Sunan Ngerang pertama.

Sunan Ngerang memiliki arti bahwa Syekh Mohammad Nurul Yaqin juga berdakwah di wilayah Ngerang, sehingga dinamakan Sunan Ngerang atau Ki Ageng Ngerang. Mengenai pertemuannya dengan anggota Walishanga lainnya di Pesantren Ampel, Surabaya, berikut ceritanya.

Pertemuan anggota Walisongo di Ampel
Sunan Ampel sebagai pendiri sekaligus sesepuh Walisongo mengundang pada anggota untuk berkumpul di Pesantren Ngampeldhenta, Surabaya. Banyak ulama yang hadir di sana.

Anggota Walisangha yang hadir, di antaranya Sunan Ampel sendiri, Sunan Kapasan, Raden Santri Raja Pandhita, Sunan Bungkul, Pangeran Makdum Ibrahim (sebelum menjadi Sunan Bonang), dan Raden Paku atau Maulana Ainul Yaqin (sebelum jadi Sunan Giri).

Ada pula Sunan Mejagung atau Syekh Hasyim Alimuddin, Syekh Manganti, Syekh Bentong yang sudah sepuh, serta Syekh Muhammad Nurul Yaqin atau Susuhunan Muryapada.

Sementara ulama yang berhalangan hadir karena usia yang sudah terlalu sepuh, antara lain Syekh Maulana Maghribi, Syekh Datuk Kahfi (guru Pangeran Cakrabuana penguasa Cirebon), dan Syekh Bayanullah.

Kalangan muda yang juga ikut hadir dari Cirebon adalah Sayyid Hasan Ali al Husaini atau dikenal Syekh Siti Jenar, pendiri Padepokan Krendasawa di wilayah Lemah Abang, Cirebon. Ia diikuti oleh murid dan santri-santrinya seperti Raden Sahid (sebelum jadi Sunan Kalijaga) dan Raden Bondan Kejawan putra Bhre Kertabumi (Brawijaya V).

Namun, di antara mereka yang paling muda adalah Pangeran Makdum Ibrahim putra sulung Sunan Ampel dari istri Nyai Ageng Manila yang waktu itu berusia 20 tahun dan Raden Paku (Maulana Ainul Yaqin) berusia 27 tahun.

Pertemuan tersebut membahas langkah strategis Walisongo dalam perannya menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa, baik di wilayah kekuasaan Majapahit maupun Sunda Galuh-Pajajaran. Dalam pertemuan itu, Syekh Siti Jenar diangkat menjadi anggota Walisangha atas rekomendasi Pangeran Makdum Ibrahim. (*)

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Syekh Muhammad Nurul Yaqin, Anggota Walisongo Bergelar Susuhunan Muryapada"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel