Silsilah Sultan Agung, Raja Mataram Trah Majapahit, Demak dan Pajang

Silsilah Sultan Agung Raja Mataram Trah Majapahit Demak dan Pajang
Silsilah Sultan Agung ke atas.

Silsilah Sultan Agung ke atas tidak lepas dari trah Majapahit, Demak dan Pajang. Trah luhur Majapahit didapatkannya dari Bhre Kertabhumi atau Prabu Brawijaya V yang dikenal dengan Brawijaya Pamungkas, Maharaja Majapahit terakhir.

Trah luhur dari Kasultanan Demak Bintoro didapatkannya dari Raden Fatah yang juga putra Bhre Kertabhumi dari istri selir, Siu Ban Chi. Sementara trah luhur ke atas dari Kasultanan Pajang diperoleh dari Sultan Hadiwijaya atau yang dikenal Joko Tingkir atau Mas Karebet.

Sultan Agung adalah Raja Mataram ketiga dengan nama kecil Raden Mas Rangsang atau Raden Mas Jatmika. Ia lahir di Kotagede pada tahun 1593 dan wafat di Karta, tepatnya Pleret, Bantul dan dimakamkan di kompleks pemakaman Raja-raja Mataram Imogiri.

Ia sempat mengambil gelar Panembahan Hanyakrakusuma, dan setelahnya mengambil gelar Sultan Agung Adiprabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan "Sultan Agung" saja. Ia dikenal sebagai raja yang gigih dan nasionalis dengan upayanya untuk menyatukan kembali Nusantara seperti cita-cita luhur yang pernah dilakukan Mahapatih Gajah Mada.

Peristiwa penting dalam sejarahnya, antara lain usaha penyerangan ribuan pasukan Mataram kepada VOC di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta). Meski dua kali serbuan prajurit Mataram kepada VOC gagal, ia dikenang sebagai pejuang sekaligus pahlawan nasional karena upayanya dalam mengusir penjajahan di bumi Nusantara.

Sultan Agung juga sosok yang religius, spiritualis dan cinta dengan kebudayaan. Karya sastra karangannya yang dikenal adalah Sastra Gending. Semasa kecil, ia dititipkan ayahnya, Panembahan Hanyakrawati Raja Mataram kedua untuk menjadi murid sekaligus santri di Padepokan Jejeran yang diasuh Ki Jejer.

Karena sosok kepribadian Sultan Agung yang religius, spiritualis sekaligus nasionalis itu yang berdasarkan fakta sejarah, redaksi historyofjava.com membuat kesimpulan bahwa religiusitas dan spiritualitas Sultan Agung berasal dari pengetahuan yang diwariskan Kanjeng Sunan Kalijaga melalui gurunya Ki Jejer, serta nasionalisme-nya diwarisi dari semangat Mahapatih Gajah Mada.

Dalam sejarahnya, Sultan Agung berhasil membawa Mataram mengalami masa kejayaan dan keemasannya. Bahkan, semua wilayah di Tanah Jawa berhasil ditaklukannya kecuali empat daerah, yakni Banten, Betawi atau Batavia yang dikuasai VOC (Jayakarta atau sekarang Jakarta), Giri Kedaton (warisan Sunan Giri) dan Blambangan (sekarang Banyuwangi warisan Majapahit).

Namun dalam perjalanannya, Giri Kedaton pun berhasil dijebol dan akhirnya masuk wilayah Mataram. Sultan Agung juga mendapatkan gelar kehormatan dari pemimpin Ka'bah di Mekah, Timur Tengah, yakni gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram.

Lantas, bagaimana bagan silsilah Sultan Agung ke atas? Berikut penjelasannya.

Majapahit
Darah Majapahit sebetulnya ia dapatkan secara tidak langsung dari Pajang dan Demak. Namun jika dirunut secara langsung, maka urutannya seperti berikut:

Sultan Agung Adiprabu Hanyokrokusumo bin
Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) bin
Panembahan Senopati (Raden Danang Sutawijaya) bin
Ki Ageng Pemanahan (Ki Gedhe Mataram) bin
Ki Ageng Ngenis bin
Ki Ageng Selo bin
Ki Ageng Getas Pendowo bin
Raden Bondan Kejawan bin
Prabu Brawijaya V (Raja Majapahit pamungkas)

Demak
Adapun garis silsilah dari Kasultanan Demak Bintoro, sebagai berikut:
Ibu Sultan Agung Adiprabu Hanyokrokusumo (Raden Mas Rangsang) adalah Ratu Mas Hadi putri Pangeran Benowo. Benowo adalah putra dari Ratu Mas Cempaka (istri Joko Tingkir), sedangkan Ratu Mas Cempaka (Nimas Sekaring Kedaton) adalah putri Sultan Trenggono, putra Raden Patah (Sultan Syah Alam Akbar al-Fatah).

Pajang
Dari Kasultanan Pajang, Sultan Agung adalah putra dari Ratu Mas Hadi binti Pangeran Benowo bin Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) bin Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging) bin Pangeran Andayaningrat (Ki Ageng Pengging Sepuh), sedangkan Pangeran Andayaningrat adalah suami dari Retno Pembayun, putri Prabu Brawijaya dari istri permaisuri (Dewi Amarawati putri Raja Kauthara Champa).

Jika dirunut juga, Sultan Agung masih memiliki darah waliyullah dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yakni Ki Ageng Ngerang dan Nyai Ageng Ngerang (makamnya di Desa Tambakromo Pati). Sebab, ayahnya, Raden Mas Jolang (Panembahan Hanyokrowati) adalah putra Panembahan Senopati dari istri Waskita Jawi (Kanjeng Ratu Pati), putri Ki Ageng Penjawi penguasa Kadipaten Pati.

Sementara Ki Ageng Penjawi adalah putra Ali Nurul Yaqin (Sunan Ngerang III), putra Abdullah Nurul Yaqin (Sunan Ngerang II), putra Muhammad Nurul Yaqin (Sunan Ngerang) yang beristri Nyai Ageng Ngerang cucu Prabu Brawijaya Raja Majapahit. (*)

Belum ada Komentar untuk "Silsilah Sultan Agung, Raja Mataram Trah Majapahit, Demak dan Pajang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel