Terungkap Alasan & Tujuan Gus Dur Bekerja Sama dengan Israel

gus dur menjalin hubungan diplomatik dengan israel
Gus Dur ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel. (Ilustrasi)

TUJUAN Gus Dur bekerja sama dengan Israel terungkap! Alasannya adalah ingin membuka hubungan diplomatik demi menyelamatkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman perpecahan.

Apa hubungannya? Itulah Gus Dur. Cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari ini selalu memiliki cara berpikir yang visioner dan jauh ke depan, sedangkan kebanyakan orang tidak mampu memahaminya.

"Biarlah nanti sejarah yang membuktikan," begitu kalimat Gus Dur yang sering dilontarkan untuk menjawab berbagai tuduhan miring karena banyak tindakan Gus Dur yang dianggap nyeleneh atau malah dituding membela kepentingan Israel daripada Palestina.

Sebuah pesan berjudul "Jasmerah: Jangan Lupakan Sejarah. Gus Dur, Kenapa Baru Kubaca Sekarang," beredar di Facebook maupun aplikasi WhatsApp.

Pesan itu menceritakan sejarah saat Gus Dur datang di Gedung PCNU Wonosobo, Jawa Tengah pada akhir tahun 1998. Tepatnya setelah Soeharto jatuh dari kursi presiden dan beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi Presiden ke-4 RI.

Saat itu, Gus Dur mengatakan kepada para kyai tentang kondisi NKRI pasca-jatuhnya Suharto. Gur Dur menilai, mata rantai pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swiss harus diputus. Ia harus menemui Hasan Tiro sebagai pimpinan GAM.

Tak hanya itu, Gus Dur juga menyebut harus menemui presiden dan pimpinan-pimpinan negara yang simpati kepada Hasan Tiro. Mereka harus didekati agar tidak mendukung kemerdekaan Aceh yang dipelopori GAM.

Selain Aceh, Republik Maluku Sarani (RMS) yang bermarkas di Belanda juga harus diselesaikan dengan diplomasi. Harus ada lobi ke Belanda agar tidak mendukung RMS, termasuk negara lain yang memiliki kepentingan di Maluku.

Ada juga Irian Barat Papua Merdeka yang disebut-sebut binaan Amerika Serikat (AS). Gus Dur tahu ada anggota senat yang menjadi penyokong dan membiayai gerakan separatis Papua Merdeka.

Gus Dur juga tahu jika insiden penyerangan terhadap warga Amerika dan Australia di sana adalah desain mereka sendiri. Dan bagi Gus Dur yang cukup sulit, saat ada pihak yang mem-backing gerakan separatis berpusat di Israel.

Itu sebabnya, selain masuk Amerika, upaya untuk masuk dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel menjadi sangat penting. Gus Dur tahu jika nanti ia akan menjadi presiden dalam waktu yang sangat singkat dan bukan menjadi pahlawan, karena akan bertugas sebagai pencegah "kebakaran" bukan pemadam "kebakaran".

Gus Dur juga tahu jika tindakannya mencegah kebakaran akan mendapatkan hujatan dari banyak pihak. Dan benar, tiga bulan setelah pertemuan itu, Gus Dur dilantik menjadi presiden dan langsung mengunjungi sejumlah negara yang disebutkan tadi.

Benar pula, Gus Dur pun dikritik karena dianggap "aji mumpung" menjadi presiden, kemudian menghambur-hamburkan uang negara dengan sering pelesiran ke luar negeri. Saat lawatan ke Paris, Gus Dur banyak dikritik pengamat politik.

Ia menjawab santai, "Biar saja, namanya juga tidak mudeng atau tidak senang. Bagaimana bisa dibilang pelesiran, wong di Paris dan Jakarta sama saja, gelap nggak lihat apa-apa, kok dibilang pelesiran. Biar saja, gitu aja kok repot."

Tujuan Gus Dur bekerja sama dengan Israel sangatlah jelas dengan alasan menyelamatkan keutuhan dan kesatuan NKRI melalui lobi-lobi politik dan negosiasi, meskipun tidak sampai pada jalur hubungan diplomatik.

Sementara mantan juru bicara Gus Dur, KH. Yahya Cholil Staquf menyebutkan, Gus Dur ingin berdialog atau bahkan ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel juga menyangkut kepentingan Palestina.

Gus Dur ingin menebar perdamaian dengan sudut pandang yang berbeda. Ia mengajak umat Muslim dan Yahudi, termasuk umat Kristiani untuk membuka diri demi perdamaian dan kemanusiaan.

Hanya saja, langkah Gus Dur terlanjur disalahartikan oleh banyak orang. Kini sejarah membuktikan, apa yang dilakukan Gus Dur semuanya untuk nasib dan keberlangsungan NKRI, juga masa depan saudara seiman yang ada di Palestina. (*)

Belum ada Komentar untuk "Terungkap Alasan & Tujuan Gus Dur Bekerja Sama dengan Israel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel