Jejak Istana Kerajaan Demak Ditemukan Setelah Hilang Ratusan Tahun

Istana Prawoto Pusat Kerajaan Demak akhirnya ditemukan

PENINGGALAN Kerajaan Demak selama ini berupa Masjid Agung Demak yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang mengindikasikan bahwa pusat pemerintahan Kasultanan Demak Bintara yang didirikan Raden Bagus Hasan atau Panembahan Jin Bun bergelar Sultan Syah Alam Akbar al-Fatah (Raden Patah) berada di Kabupaten Demak yang sekarang. Namun ada temuan baru yang menyatakan bahwa jejak istana dan pusat pemerintahan Kasultanan Demak Bintoro berada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Temuan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ali Romdhoni, dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang yang saat ini tengah menyelesaikan studi doktoral di Heilongjiang University, China. Menurutnya, seperti yang ditulis dalam bukunya, Istana Prawoto: Jejak Pusat Kasultanan Demak, pusat pemerintahan Kerajaan Demak yang didirikan Raden Patah tersebut berada di sebuah wilayah perbukitan atau dataran tinggi yang saat ini terletak di Desa Prawoto.

Desa Prawoto berada di ujung selatan Kabupaten Pati dan berbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Purwodadi (Grobogan). Di sana, ada makam Raden Bagus Mukmin atau Sunan Prawoto yang menjadi raja keempat Kasultanan Demak, setelah Sultan Trenggono lengser keprabon akibat terbunuh dalam ekspedisi perluasan ke wilayah timur.

Bahkan, makam ini sering didatangi bangsawan dari Keraton Surakarta Hadiningrat setiap peringatan haul Sunan Prawoto setiap setahun sekali. Artinya, pihak Kraton Surakarta mengakui bahwa makam Sultan keempat Kerajaan Demak tersebut berada di Desa Prawoto.

Dilansir historyofjava.com dari youtube Lismanian Channel, Ali Romdhoni mengatakan bahwa selama ini sudah ada sekitar 5-7 riset yang meneliti dan mengkaji dimana sebetulnya pusat Kasultanan Demak. Hasilnya, ketika pencarian jejak Kasultanan Demak dibatasi di sekitar Masjid Agung di Kabupaten Demak yang sekarang, kesimpulannya tidak ditemukan benda arkeologis yang bisa didudukkan sebagai serpihan bekas istana atau keraton.

Hal itu terjadi menurut Dhoni karena telah membatasi lokus penelitian yang sempit. Padahal jika dilihat sejak lama secara geografis, Demak yang saat ini dulu merupakan lautan sehingga wajar jika tidak ditemukan jejak arkeologis. Karena itu, Dhoni mengajak untuk memperluas lokus dan medan penelitian tentang pencarian jejak Kasultanan Demak sehingga memiliki kemungkinan yang lebih luas, salah satunya di Desa Prawoto.

"Jejaknya atau petanya jelas kok. Beberapa serat dan babad misalnya Serat Centhini, Babad Tanah Jawi dan Babad Pajang, itu memberikan peta kajian yang jelas bahwa Prawoto pernah menjadi istana pusat Kasultanan Demak. Maka dari itu ketika di (Kabupaten) Demak yang sekarang mengalami kebuntuan dalam pencarian (jejak kraton), saya menyodorkan jejak yang di Prawoto," ujar Dhoni.

Dhoni mengaku prihatin karena beberapa pakar yang berusaha membuat narasi atau kesimpulan yang menyatakan bahwa Kerajaan Demak tidak berjejak atau bahkan hilang. Karena itu, Dhoni menyatakan bahwa Kasultanan Demak adalah kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara pada masanya dan itu dipastikan jejaknya ada.

Banyaknya pihak yang tidak setuju atau bahkan menghujat temuan Ali Romdhoni tersebut. Tapi ia justru meminta untuk saling membandingkan data sejarah maupun data arkeologis. Jika ada yang tidak setuju, dia meminta kepada siapapun untuk menunjukkan data yang sebanding dengan data yang ia miliki.

"Yang saya lakukan adalah menawarkan bukti baru berdasarkan hasil riset saya, maka saya akan memberikan kepada publik. Ini temuan saya, data saya ini, kalau tidak setuju, silakan cek data yang saya ambil. Sebaliknya, kalau Anda menyatakan nota tidak setuju, maka pastikan Anda memiliki data yang sebanding dengan saya. Jadi tidak bisa, hasil atau kesimpulan yang dibangun dari data, hanya dihadapi dengan suka atau tidak suka, apalagi ungkapan-ungkapan yang tidak memberikan pencerahan," ungkapnya.

Peninggalan Kerajaan Demak yang diduga berada di Desa Prawoto selengkapnya dapat dilihat di video di bawah ini.

Belum ada Komentar untuk "Jejak Istana Kerajaan Demak Ditemukan Setelah Hilang Ratusan Tahun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel